Jogja, Light On


Light On, mungkin untuk beberapa kota besar diindonesia light on atau menyalakan lampu kendaraan disiang hari sudah menjadi suatu hal biasa. Namun dijogjakarta kal tersebut terdengar baru. Light On dikota gudeg baru dimulai sosialisasinya pada hari hari mendekati Lebaran. Hal ini dimaksudkan untuk menekan tingkat kecelakaan dijalan raya saat Lebaran. Dan terhitung mulai tanggal 14 Oktober ini Light On sudah mulai diberlakukan, dan aparat kepolisian pun sudah mulai melakukan tindakan tegas kepada pengendara yang tidak menyalakan lampu kendaraannya pada siang hari.

Light On, sepintas memang masuk akal bahwa lampu yang menyala dapat menarik perhatian seseorang sehingga pengendara yang berpapasan bisa lebih hati hati. Tetapi apabila kita cermati lebih mendalam apakah demikian adanya?

Karakteristik manusia, dalam menarik perhatian seseorang bisa dilakukan dengan display, baik secara visual mapun audio. Para pengendara kendaraan bermotor bisa dipandang sebagai pekerjaan yang apabila dilihat dari segi ergonomis layak menjadi pertimbangan dalam penerapan ketentuan Light On sebagai salah satu upaya penekanan tingkat kecelakaan dijalan raya. Setidaknya ada beberapa bahan pertimbangan ergonomis dan ekonomis yang perlu diperhatikan.

Pertama, perhatian seseorang akan timbul karena adanya rangsangan dari luar, dalam kontek ini cahaya mengenai indra penglihatan manusia. Rangsangan dari luar yang berupa cahaya ini akan diteruskan ke otak untuk diproses apakah perlu adanya suatu reaksi atau respon. Rangsangan bisa menimbulkan perhatian seseorang apabila hal tersebut muncul dengan tiba tiba atau kadang kadang yang tidak tentu pastinya kapan waktu terjadinya. Lain halnya apabila ketika suatu rangsangan tersebut datangnya sering bahkan selalu terjadi, maka tidak akan menimbulkan suatu perhatian bagi seseorang karena sudah menjadi suatu kebiasaan. Hal ini juga terjadi pada saat malam hari, lampu kendaraan menyala merupakan suatu hal yang biasa, sehingga tidak menjadi suatu perhatian ketika berpapasan. Sebaliknya pada saat siang hari apabila ada kendaraan yang menyalakan lampunya akan menjadikan perhatian kendaraan yang berpapasan. Namun apabila semua kendaraan menyala maka lama kelamaan hal tersebut menjadi suatu hal yang biasa sehingga tidak menyita perhatian seperti halnya dimalam hari.

Kedua, dalam waktu bersamaan indera penglihatan kita akan mudah menangkap rangsangan yang memiliki daya pembeda dengan rangsangan yang lain. Daya pembeda untuk cahaya ada intensitas suatu cahay itu sendiri, semakin tinggi intensitas cahaya, semakin mudah pula tertangkap oleh mata. Jika semua lampu menyala pada saat yang bersamaan dan memiliki warna dan intensitas yang hampir sama, maka tidak ada daya pembeda antara lampu satu dengan lampu yang lain. Disamping itu untuk lampu kendaraan yang dinyalakan pada siang hari saat cuaca cerah tentu saja intensitas cahayanya tidak akan mampu menyaingi intensitas matahari, sehingga daya pembeda akan lemah untuk menarik perhatian seseorang.

Ketiga, sensitifitas syaraf sensorik pada indera kita termasuk mata memiliki ambang batasan. Mata yang sering terkena pancaran sinar dengan intensitas berlebihan akan bertambah tinggi nilai ambang batasnya, sehingga nilai sensitifitas nya berkurang dan dalam jangka waktu yang lama akan dapat merusak mata itu sendiri. Lampu kendaraan yang ada sangatlah bervareasi. mulai dari intensitasnya maupun arah atau posisi pancarannya. Apabila sianr yang terpancar tersebut tepat mengenai mata pengendara yang berpapasan dan dengan intensitas yang tinggi bahkan sampai menyilaukan, maka hal tersebut akan merugikan.

Keempat, secara teknis umur bola lampu mempunyai batasan, sehingga apabila sering dinyalakan akan memperpendek umur bola lampu tersebut. Walaupun harga bola lampu tidaklah mahal, akan tetapi apabila sering mengganti bola lampu maka biaya perwatan kendaraan pun otomatis bertambah. Efek lainnya yang timbul akibat penyalaan lampu kendaraan adalah menambah pemanasan global ( Global Worming ), karena lampu menyala mengeluarkan energi panas.

  • Share/Bookmark

No Related post.

Categories: Uncategorized Tags:
  1. October 15th, 2009 at 07:13 | #1

    saya sering naik motor, dan saya belum merasakan manfaat kebijakan light on ini…salam kenal :)

    [Balas]

    oscorner Reply:

    terima kasih kunjungannya…
    slaam kenal juga

    [Balas]

  2. adipati kademangan
    October 15th, 2009 at 11:58 | #2

    mungkin alasan di atas bisa digunakan juga untuk menolak pemasangan kaca spion pada kedua sisi setir ya bang. Meskipun secara nalar, pengendara tidak membutuhkan dan pengendara lain tidak merasakan efeknya tapi peraturan itu tetep jalan.
    Maksud saya begini, bukankah aturan sudah ditetapkan oleh undang-undang mengapa kita masih berpikir lagi dari sisi logika?
    *saya tidak sedang membela undang-undang*

    [Balas]

    oscorner Reply:

    Terima kasih bang…
    kita memang cmn bisa pasrah, nrima ketentuan yang ada….kalo mau menekan tingakt kecelakaan, maka tingkat disiplin masyarakat ditingkatkan. jangan suka ugal ugalan dijalan, kalo kita amati penyebap utama kecelakaan karena pengendara ga disiplin + ugal ugalan

    [Balas]

  3. October 15th, 2009 at 16:50 | #3

    Tapi seharusnya untuk setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah sudah melalui berbagai pertimbangan dan uji kelayakan yah, seharusnya mereka sudah melakukan penelitian atau sejenisnya lah untuk kebijakan yg satu ini, sehingga tidak merugikan bagi kita, artinya energi yg dikeluarkan masih lebih kecil dari manfaat yg bisa kita terima, amiin..

    [Balas]

  4. October 15th, 2009 at 18:32 | #4

    hah gue juga udah bosen Light on terus… sekalinya lupa eh jadi masalah… he he he

    SAlam

    [Balas]

  5. October 15th, 2009 at 19:55 | #5

    saya belum merasakan manfaatnya tuh..

    [Balas]

  6. October 15th, 2009 at 20:16 | #6

    kembali lagi pada kebutuhan masing masing lah
    light on itu memang cukup efektif untuk menekan kecelakaan…kan gak mungkin kendaraan itu jalan terus…kalo pas jalan sepi, ya di matiin

    [Balas]

    oscorner Reply:

    hihihi…oke mas zulhaq….siippp…kalo ga ada orang kita matiin..kayak helm…kalo pas ga ada polisi jaga ga usah pake helm aja…hihihi…

    [Balas]

  7. October 16th, 2009 at 09:10 | #7

    setiap peraturan baru yg dibuat dan dijalankan, biasanya memang sudah melalui uji coba lapangan,
    sekarang bagaimana kita menyikapinya, adalah hal lain lagi, krn menyalakan lampu pd siang hari ditempat yg sepi jugakan kurang bermanfaat, namun kalau di tempat2 yg diperkirakan rawan kecelakaan ya, ada gunanya.
    salam.

    [Balas]

    oscorner Reply:

    terima kasih bunda atas kunjungannya..
    yah semoga saja peraturan tersebut bermanfaat…manfaat yang didapat semoga lebih besar dari pada kerugian nya…

    [Balas]

  8. October 16th, 2009 at 17:00 | #8

    Pertimbangan yang diposting ini cukup bagus. Smoga ada pengambil kebijakan yang mampir dan baca ini hehehe…. dan bisa mencari cara lain untuk mengurangi kecelakaan.

    [Balas]

    oscorner Reply:

    terima kasih bang…amien amien

    [Balas]

  9. October 16th, 2009 at 22:07 | #9

    2 hari lalu saya ada di Jogja, dan saya lihat memang sebagian besar pengendara sepeda motor sudah menyalakan lampu di siang hari. Di Denpasar, ndak dijalankan di semua jalan. Hanya beberapa jalan raya atau jalan luar kota yang dianjurkan menyalakan lampu sepeda motor di siang hari.

    Apa pun caranya, layak dicoba. Tapi, keselamatan di jalan utamanya bisa diraih dengan kedisiplinan tingkat tinggi.

    [Balas]

    oscorner Reply:

    setuju bank.. dengan kita disiplin dijalan kecelakaan akan berkurang

    [Balas]

  10. October 17th, 2009 at 10:03 | #10

    peraturan emang harusnya dijalankan, gitu jg light on, tp di jln byk yg ngga nyalain lho…
    sekalinya saya nyalain lampu (sementara yg lain ngga) serasa kunang kunang di siang hari… :)

    [Balas]

    oscorner Reply:

    hihi…ya semangat aja…yang penting ngikut peraturan dl..hhihi

    [Balas]

  11. October 17th, 2009 at 13:33 | #11

    Tapi sampai sekarang masih banyak yang melanggar ya, banyak para pengguna sepeda motor dijalan raya yang tidak menyalakan motor di siang hari! (termasuk saya) hehehe…
    mungkin kadang lupa, karena kalo siang hari lampu menyala atau tidak kadang tidak merasa, kalo malam kan kelihatan, oh gelap jadi lampu belum hidup gt!
    Iklan Baris

    [Balas]

  12. October 17th, 2009 at 23:30 | #12

    Ya…pasti ada aja kendalanya….
    Sesuatu hal pasti mempunyai dampak negatif dan positif :D
    Serba salah juga yah :D
    Tapi gue yang di Jaypuraaaaaaa kadang suka malas nyalain lampu di siang hari :D
    Zippy´s last blog ..Kesetiaan Tanpa Makna

    [Balas]

  13. February 9th, 2010 at 11:17 | #13

    Thank you for the information provided. The best content I’ve seen in this market.

    [Balas]

  14. February 27th, 2010 at 08:43 | #14

    remarkable info . You can find a lot of information or ask the experts on lcs here

    [Balas]

  1. No trackbacks yet.