“terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir dalam hatiku, sebagai prasasti. Terima kasih ku untuk pengabdianmu. Engkau bagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun sejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa., tanpa tanda jasa.”
25 Nopember “Hari Guru” telah kita peringati bersama. Konon nasib pendidikan nasional Indonesia bukanlah ditangan konglomerat, eristrokat, dan teknokrat, bahkan bukan pula ditangan birokrat akan tetapi ditangan para guru. Namun anehnya jarang sekali para guru diajak bicara dalam menentukan masa depan pendidikan nasional alias nasib pendidikan di Indonesia.
Ketika jaman sebelum kemerdekaan, para guru justru sering diajak bicara dalam menentukan nasib pendidikan dinegeri ini. Guru pun pernah menunjukan kepahlawanannya terhadap kaum penjajah, misalnya dalam peristiwa Onderwijs Ordonnatie tahun 1932 yang dibawah kpemimpinan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara melawan kebijakan yang sewenang wenang dari Belanda. Dengan strateginya Litdelijk verset. Dengan keberaniannya itu guru pun semakin dihormati rakyat, dan yang lebih penting mempunyai peran dalam menentukan jalannya pendidikan nasional kedepan.
Akan tetapi sekarang mereka ( guru ) yang dibilang posisi strategis dalam menetukan pendidikan bangsa malah jarang diajak “Ngobrol” atau “Bercengkerama” untuk menentukan nasib pendidikan yang digelutinya setiap hari. Sungguh sungguh terjadi dan memprihatinkan sekali. Guru sebagai manusia yang cerdas meskipun tidak memiliki political power yang kuat, akan tetapi sebenarnya guru dan pemerintah mempunyai keinginan yang sama, yaitu memajukan pendidikan nasional. Guru menuntut untuk kesejahteraannya diperbaiki, sementara pemerintah menuntut untuk keprofesionalannya dibenahi. Bak gayung bersambut akhirnya perbaikan kesejahteraan guru berjalan beriringan dengan peningkatan keprofesionalannya.
Sebagai bentuk keprofesionalannya maka dikeluarkan sertifikasi pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Namun sertifikasi ini menimbulkan kecemburuan diantara guru, dikarenakan belum semua guru kita memperoleh sertifikasi ini sedangkan sertifikasi ini rencananya pada tahun 2010 mendatang akan diboikot oleh Forum Rektor LPTK. Kalo saja sertifikasi ini dihentikan oleh pmerintah gara gara ancaman Forum Rekor LPTK maka ujung ujungnya nasib guru yang akan menjadi taruhannya.
No Related post.
Terima kasih sekali atas appresiasinya. Saya cukup terharu mengingat kedua orang tua saya adalah guru.
Trims juga sudah berkunjung ke blog saya.
Salam kenal dan salam sukses selalu
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:41 am
salam…
terimakasih kembali mas…
[Balas]
kalau saja nasib para pahlawan tanpa tanda jasa ini lebih diperhatikan, tentu tdk akan ada lagi guru2 yg ngobyek sana sini, bahkan menjual bakso dan menjadi pemulung segala, utk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan keluarga mereka sendiri.
semoga ada wakil rakyat yg ikut memperjuangkan nasib para pahlawan ini, amin.
salam.
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:41 am
salam bunda… semoga saja ..wakil rakyat mendengar suara rakyat dan guru guru…
amien
[Balas]
sekali2 alangkah baiknya menyempatkan diri berkunjung ke mantan guru2 kita dulu..ntah sd, smp dst..itu aja saya rasa sudah cukup bikin mereka bangga..apalagi lihat mantan muridnya sukses..dan kedua..saya harap kesejahteraan para guru lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah..
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:43 am
mmhhh itu ide yang baik mas…
walaupun mereka sudah lupa sama kita.. tetapi pasti mereka akan senang melihat kita masih mengingat mereka
[Balas]
Kita patut menghormati dan menghargai para guru karena mereka telah membuat kita bisa dari yang sebelumnya belum bisa apa-apa.Mereka dengan penuh kasih sayang dan perhatian mengajari kita banyak hal.
Terima kasih artikelnya.
Salam hangat dari Surabaya
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:44 am
setuju pakde… jasa mereka memang besar buat kita… hingga kita bisa seperti skrng ini
[Balas]
Rasa cinta pasti ada
Pada makhluk yang bernyawa
Sejak dulu hinggi kini
Tetap suci dan abadi
Tak kan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
(Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)
——–
Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta
Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.
Salam hangat dari Surabaya
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:44 am
salam cinta damai pakde
[Balas]
indah kalau menjadi guru… tapi guru sekarang cuma asal guru… cepede
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:43 am
ga bisa di gugu dan ditiru ya
[Balas]
Di kampungku (dulu) profesi ini sangat menarik karena dilihat masa depannya cerah tapi kini masa depan guru kurang jelas. Semoga nasib para guru semakin baik sehingga hasil didiknya juga menjadi pambangun bangsa yg baik pula.
[Balas]
mase mungil Reply:
December 3rd, 2009 at 10:45 am
amien amien … semoga saja mas… guru sekarang bisa seperti jaman dulu..
[Balas]
kasihan guru TK…peluang tuk jadi cpns aja ga ada tahun sekarang…hiks
[Balas]
bee Reply:
December 3rd, 2009 at 9:08 am
pasti guru TK yak..??
[Balas]
sekarang guru tanda jasanya banyak semoga pendidikan tamabh maju
[Balas]
oscorner Reply:
December 8th, 2009 at 2:59 am
amien..amien mas
[Balas]
salut mas
[Balas]
Kunjungan balik. Wonderful blog mate.
Hanya berbagi pandangan mengenai nasib guru (termasuk dosen). Saya lebih prefer jika ada sinergi antar elemen-elemen pendidikan di Indonesia. Untuk mewujudkan sinergi tersebut, pemerintah perlu ada pada garis terdepan yang memimpin dan memajukan pendidikan di Indonesia. Perlu ada kemauan politik yang kuat dari pemerintah untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan.
Semestinya perlu banyak belajar dari negara-negara maju, bagaimana mereka memiliki program dalam pendidikan yang ada di negara mereka. Tidak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Amerika, tetangga dekat Malaysia. Karena ada kemauan yang kuat dari pemerintahnya, banyak guru yang dikirim ke luar Malaysia, termasuk ke Indonesia waktu itu, untuk belajar, dan setelah berhasil, mereka harus kembali ke negaranya.
Hasilnya, Malaysia bisa menjadi salah satu negara yang Human Development Index-nya tinggi, bahkan lebih tinggi dari Indonesia. Coba lihat juga, bagaimana Vietnam juga berkembang menjadi negara yang memiliki concern pada pendidikan dan Indonesia pun kalah olehnya dilihat dari HDI-nya. Padahal, Indonesia lebih dahulu merdeka.
Guru memegang peranan super penting dalam pendidikan. Untuk memajukan pendidikan, peningkatan kualitas guru adalah krusial untuk dilakukan. Dan untuk mencapai kearah sana, diperlukan investasi besar dan anggaran yang tidak sedikit. Jadi, semestinya pemerintah termasuk juga dengan legislatif berkomitmen dan bertanggung jawab penuh untuk menata pendidikan, salah satunya guru dengan cara memberikan menyediakan ruang untuk meningkatkan kualitas pengajar, tak terkecuali kesejahteraannya.
Memang pasca penetapan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada sesuatu yang sedikit aneh, terutama setelah ada peraturan mengenai sertifikasi, dan membuat banyak kelabakan banyak guru dan dosen. Jika lulus sertifikasi maka akan ada tambahan tunjangan kesejahteraan, namun bagaimana jika gagal??? Siap atau tidak siap, sertifikasi itu harus ditempuh.
Bagaimanapun, semua itu adalah setitik dari sekian banyak persoalan pendidikan di Indonesia yang harus diurai satu per satu untuk menyelesaikannya. Kalau tidak, Indonesia akan semakin terpuruk dalam era kompetisi yang semakin kejam.
Mungkin julukan Pahlawan tanpa tanda jasa harus diubah.Memang guru adalah pahlawan, namun kalau tanpa tanda jasa sangat kasihan karena zaman sudah berubah. Mereka juga punya keluarga, anak-anak yang juga membutuhkan pendidikan. Kalau “tanpa tanda jasa”, dengan apakah mereka menyekolahkan anak-anak mereka? Saya kira bukan sekedar ucapan terima kasih sebagai wujud penghargaan, namun juga memberi perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru adalah sesuatu yang urgent. Dan yang lebih penting adalah, kesejahteraan itu dinikmati secara merata, tidak hanya terpusat pada suatu wilayah atau region saja.
[Balas]
Guru pahlawan tampa jasa tapi sekarang apa ada ya??
telat aja gaji demo.
[Balas]
oscorner Reply:
December 8th, 2009 at 2:58 am
hihihihihi….. iya yah…betul juga sih mas..
[Balas]
Saya juga sangat terharu dan merasa sedih melihat nasib para guru,, namun ini kesedihan saya dikhususkan untuk para guru2 yang berada dalam tugas di daerah terpencil, daerah pedalaman, dan daerah yang jauh dari perkotaan…
kalau yg dikota2 besar mah,,
wah2… tunjangan ada, duit fotokopi ujian harian dapat,, samping2annya juga ada..!
itu yg saya rasakan… dan saya perhatikan…
disaat guru2 mulai diperhatikan nasibnya, ada beberapa oknum guru mulai membuat resah dan menyalahgunakan wewenangnya,,
Tp saya pun tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada mantan guru2 saya di sekolah,, mereka telah membantu saya hingga seperti sekarang ini.
^_^
nb : uiya : kalau mau komen di blog saya, ada di bawah… tinggal scroll komen lalu formnya akan muncul di bawah… thanks atas kunjungannya
[Balas]
oscorner Reply:
December 8th, 2009 at 2:57 am
baik mas…terima kasih atas kunjungan baliknya
[Balas]
interesting article . You can find a lot of information or ask the experts on Letters of Credit here
[Balas]